Kegiatan Do’a Pagi dan Latihan Khitobah kembali dilaksanakan di MTs. Mu’allimat NW Anjani sebagai bagian dari pembiasaan rutin untuk menanamkan karakter religius dan percaya diri pada peserta didik. Kegiatan ini berlangsung di halaman madrasah sejak pukul 07.00 WITA, diikuti oleh seluruh santri dengan penuh antusias dan suasana yang khidmat. Suasana pagi menjadi lebih bermakna saat lantunan doa menggema, menandai dimulainya aktivitas belajar dengan penuh harapan dan keberkahan.
Setelah pembacaan do’a bersama, kegiatan dilanjutkan dengan sesi Latihan Khitobah yang dipandu oleh Waka Kesiswaan, Muh. Zofir, QH., S.Pd. Beliau memberikan pengarahan mengenai pentingnya kemampuan berbicara dengan baik, sopan, dan berstruktur, terutama bagi santri yang kelak akan menjadi penyampai nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat. Latihan ini tidak hanya melatih keberanian berbicara di depan umum, tetapi juga membentuk kedisiplinan dan rasa tanggung jawab dalam menyampaikan pesan dengan adab yang benar.
Para santri yang tampil dalam latihan khitobah menunjukkan perkembangan yang positif. Dengan suara lantang dan sikap penuh percaya diri, mereka membacakan teks khitobah secara bergiliran. Hal ini menunjukkan bahwa pembiasaan dan latihan terus-menerus berpengaruh besar terhadap kemampuan retorika, kepekaan berbahasa, serta keluwesan dalam menyampaikan gagasan. Sorotan wajah serius namun penuh semangat dari para santri semakin menegaskan bahwa mereka tidak hanya belajar menyampaikan kata, tetapi juga menanamkan nilai dalam setiap kalimat.
Di akhir kegiatan, disampaikan pesan penting bahwa santri tidak hanya ditandai dengan kepandaian berbicara atau banyaknya hafalan, tetapi yang jauh lebih utama adalah kelembutan budi, kesopanan sikap, serta kepatuhan kepada guru. Taat bukan karena paksaan, tetapi karena kesadaran bahwa keberkahan ilmu hadir melalui adab. Dengan rutinitas seperti ini, MTs. Mu’allimat NW Anjani terus berupaya membentuk generasi santri yang berilmu, berakhlak, dan siap membawa cahaya kebaikan ke tengah kehidupan masyarakat.